Sabtu, 16 Desember 2017

Makanan Bergizi untuk Kesehatan

04.52 0
Membuat anak tidak pilih-pilih makanan.

Ada sebuah cerita tentang keluarga Maem. Ayahnya bernama pak Karbo, ibunya bernama bu Lemak, sedangkan anaknya bernama Vita dan Prote. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil yang sangat indah di desa Bangkit. 

Sebagai keluarga mereka adalah team yang hebat.  Masing-masing  memiliki tugas untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.  Ayah Karbo selaku yang dituakan, sangat kuat. Bu Lemak senang membuat hangat suasana rumah, Vita yang ceria sering membuat suasana rumah segar. Sedangkan si kecil Prote senang sekali membangun.

Berempat mereka saling melengkapi. Tanpa kehadiran salah satu dari mereka, membuat rumah mereka terlihat suram. 

Seandainya rumah mereka diibaratkan tubuh kita, maka kita sangat membutuhkan kehadiran keempatnya (karbohidrat, lemak, vitamin dan protein) agar tubuh kita tidak lemah dan lesu. 

Jumat, 15 Desember 2017

Gempa Bumi

17.15 0
Gempa bumi yang terjadi tengah malam tadi cukup menghenyak kami bertiga.  Ridho yang tengah tertidur pulas terkaget-kaget. Pagi tadi dia bertanya tentang gempa bumi. Karena capek dan lelah, pagi ini aku hanya bercerita tentang terjadinya gempa bumi sebagai berikut:

Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang saudagar laki-laki kaya yang sangat tamak saudagar ini tinggal di negeri yang bernama Altras,sementara itu diwaktu yang sama tapi berbeda tempat hidup juga seorang saudagar wanita yang tamak dan tinggal di negeri yang bernama Ultras.
Kedua saudagar ini sangat tamak dan pelit,apabila ada seseorang yang menyentuh pagar rumahnya mereka akan berteriak “Hei,mau apa kau pencuri ?”,tetangga mereka sudah terbiasa dengan kejadian seperti itu sehingga mereka tidak heran lagi apabila mereka berteriak-teriak.
Pada suatu hari kedua saudagar itu memiliki sebuah ide yaitu,”Tanah ini adalah tanah rumahku berarti tanah rumahku itu ada sampai ke bawah sana,wah kalau begitu aku bisa kaya dong”,pikir mereka.
Keesokan harinya mereka mulai mencangkul halaman rumahnya,orang-orang yang melintas hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka,kedua orang tamak itu bekerja hingga lubang yang dibuat sangat dalam.
Setelah bekerja siang dan malam akhirnya tebentuk lubang yang cukup besar dan dalam untuk dimasuki kedua orang itu.Mereka lalu memutuskan masuk ke lubang itu sambil membawa cangkul,di dalam sana mereka terkejut ternyata di dalam bumi terdapat banyak sekali harta.
Mereka terpukau dengan banyaknya sekali harta yang mereka temukan,lalu mereka memutuskan untuk mengmbil harta yang banyak itu,
saat mereka sedang mengambil harta-harta itu tiba-tiba terdengar suara gemuruh lalu semuanya menjadi gelap.
Apa yang terjadi?,ternyata kedua orang tamak itu telah menggali sampai ke bawah pondasi rumah mereka sehingga rumah mereka roboh,
sambil menyumpah-serapah mereka berjalan terseok-seok di dalam perut bumi.
Singkat cerita keduanya bertemu lalu mereka menceritakan pengalaman mereka,keduanya lalu menikah karena mereka memang belum menikah kemudian bertahun-tahun kemudian di desa tempat tinggal kedua orang tamak itu terjadi peristiwa yang mengejutkan tanah terbelah dan bumi menjadi bergetar,apa penyebanya ?,penyebabnya adalah kedua orang tamak dan anak-anak mereka mencoba keluar dari tempat itu dengan mendorong tanah yang menghalangi jalan mereka,mereka melakukakn itu terus menerus hingga ke anak cucu mereka,mereka tetap mencoba keluar dari dalam perut bumi.Orang-orang menamakan peristiwa itu sebagai Gempa Bumi,demikianlah kisah pendek tentang asal mula gempa bumi
sumber : http://postingku-silahkanbaca.blogspot.com/2009/03/dongengasal-mula-gempa-bumi.html

Semut Pemberani

05.40 0
Hari ini Smiti tinggal di rumah sendirian,  ayah dan ibu Smiti pergi untuk menghadiri acara di kantor ayah. Biasanya kemana pun ayah dan ibu pergi, Smiti selalu ikut. Kadang Smiti merasa sebal dengan acara para orang dewasa. Gak asyik....gak dapat leluasa bermain-main. 

Saat ayah dan ibu bersiap-siap hendak berangkat,  Smiti memutuskan untuk tidak ikut. Lagi pula ayah dan ibu hanya pergi menghadiri undangan untuk dua jam. Akhirnya ayah dan ibu pun mengabulkan keputusan Smiti.

Ibunya berpesan untuk menutup dan mengunci pintu rumah. Tetapi Smiti merasa tak perlu, karena ia ingin bebas. Setelah ayah dan ibu berangkat tiba-tiba Smiti merasa sepi. Angin yang bertiup sepoi-sepoi di halaman rumah membuatnya merinding. Aahhh.....sebaiknya aku masuk rumah, kata Smiti.

Untuk mengusir sepi, Smiti kemudian menyalakan televisi.  Seolah-olah dengan televisi, ada yang menemani Smiti. Bosan dengan acara di televisi, kembali rasa sepi menyergap Smiti, menoleh ke jam dinding ternyata ayah dan ibu baru berangkat satu jam yang lalu.  Smiti sudah membuat pilihan dan dia harus menanggung pilihan tersebut. 

Akhirnya Smiti memutuskan untuk berpindah tempat ke kamar. Dia memilih berbaring di ranjang ditemani setumpuk komik kesukaannya. Karena lelah membaca, akhirnya tertidur. Saat bangun, ternyata ayah dan ibu sudah pulang dengan membawa oleh-oleh sekotak kue terang bulan kesukaannya. Kata ibu, kue itu hadiah atas keberaniannya.

Kamis, 14 Desember 2017

Makanan Terlezat

05.45 0
Rona sepupu Smiti semut tinggal di daerah kota. Pada suatu hari dia berkunjung ke daerah Smiti yang sedang terlanda bencana alam. Rona adalah seekor semut yang sangat pilih-pilih makanan. Banyak sekali makanan yang tidak dia suka. Kesukaan Rona adalah gula kelapa yang berwarna kecokelatan.

Saat berkunjung ke rumah Smiti,  Rona lupa membawa bekal. Padahal di rumah Smiti tidak ada gula kelapa kesukaan Rona.
Saat hendak pulang, tiba-tiba ada tanah longsor susulan yg menutup jalanan. Rona pun terjebak dan tidak bisa pulang. 

Tinggal selama beberapa hari di rumah Smiti sangat membuat Rona tersiksa, karena dia harus menanggung rasa lapar. Sebenarnya ada makanan lain yang bisa dimakan, seperti sayur-sayuran dan ubi-ubian. Tetapi sejak dahulu Rona tidak menyukainya.

Smiti memberi nasehat kepada sepupunya itu agar jangan pilih-pilih makanan. Karena pada saat susah pangan,  mereka harus mau makan apa saja demi menyambung hidup. Meski rasanya tidak enak,  tetapi kandungan gizinya sangat dibutuhkan oleh tubuh agar tercipta energi untuk beraktivitas. 

Akhirnya Rona pun mau memakan sayur-sayuran dan ubi-ubian yang disediakan Smiti. Dia masih ingin hidup lebih lama meski disaat susah pangan. 

Rang-Rang yang Pandai Bersyukur

05.26 0
Smiti, semut kecil yang baik hati dan suka menolong. Temannya banyak,  dan mereka sangat menyukai Smiti karena dia semut yang ringan tangan cepat kaki. 

Pada suatu hari Smiti berkunjung ke temannya Rang-Rang yang sedang berduka akibat rumahnya hancur terkena bencana alam tanah longsor.  Smiti datang berkunjung mencari tahu apa yang dibutuhkan sahabatnya itu. Rang-Rang pun bercerita hari ini dia kesulitan bahan makanan, meski sudah kesana-kemari mengajukan bantuan, tetapi belum satupun bantuan dia dapatkan. 

Smiti tergugah hatinya untuk menolong Rang-Rang.  Kemudian Smiti berinisiatif untuk memfoto rumah Rang-Rang yang telah hancur untuk dikirimkan kepada calon donatur.  

Foto rumah Rang-Rang yang hancur ternyata dimanfaatkan kelompok semut lain untuk mengais bantuan. Banyak bantuan yang mereka dapatkan, namun Rang-Rang hanya sedikit mendapatkan bantuan dan donasi untuk menyambung hidupnya. 

Meski begitu Rang-Rang sangat bersyukur atas rezeki yang dia dapatkan. Setidaknya untuk beberapa bulan kedepan dia tidak lagi kelaparan. Rang-Rang pun mengucapkan terima kasih atas pertolongan Smiti. Sekali lagi Smiti telah berbuat kebaikan. 

Senin, 11 Desember 2017

Batu Gajah dan Watu Leper

16.05 0
Kisah kami sore ini mungkin bisa menjadi dongeng indah untuk anak cucu kami kelak.

Alkisah sore ini relawan muda bencana banjir dan tanah longsor Pacitan 2017, Ridho, ingin ikut membersama kami dalam menyalurkan bantuan ke daerah Mangunharjo Arjosari.  Sepanjang perjalanan dia melihat kerusakan di muka bumi. Bantaran sungai yg longsor menggerus jalan, rumah penduduk yg roboh tertera banjir dan tertimbun tanah longsor, serta bebukitan yang menampakkan batu-batu besar yang sewaktu-waktu bisa meluncur kapan saja, menghancurkan apa saja yang akan dilewatinya.  Ukuran batu yang sangat besar membuat Ridho bergumam, itu batu gajah.

Masyarakat tempo dulu memang lazim mengkiaskan apa saja yg berukuran besar dengan gajah, karena memang gajah adalah hewan yang sangat besar ukuran tubuhnya. Selain itu ada juga batu yang disebut Watu leper, karena kondisinya yang datar dan landai. Konon Watu Leper ini adalah tempat para raja hutan untuk melepas lelah setelah seharian berburu.

Batu-batu gajah itu sekarang posisinya menggantung, akibat tanah dibawahnya banyak tergerus erosi. Beberapa malah sudah meluncur ke tepi jalan, meski ukurannya lebih kecil, sehingga Ridho menyebutnya batu anak gajah.

"Gajah-gajah" itu akan bebas berkeliaran di pemukiman manusia, apabila manusia tidak mau memelihara lingkungannya dengan mencegah terjadinya erosi. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memelihara alam agar senantiasa berimbang.

Minggu, 10 Desember 2017

Tanah Retak

06.17 0
Hari ini adik dan mbakyuku datang berkunjung. Mereka ingin memastikan kondisi saya baik-baik saja,  sekaligus ingin menyalurkan donasi untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di daerah saya. Ikut p ini la kedua keponakan saya dan simbok.

Saat kami berjalan-jalan melihat lokasi daerah yang terdampak,  keponakanku bertanya,  kenapa aspal jalanan dan tanah sekitarnya pecah-pecah?

Ridho pun menjawab pertanyaan sepupunya itu dengan bercerita melalui sebuah perumpamaan. Tanah dia umpamakan sebagai selembar sterefoam. Nah sterefoam itu dipukul dengan Palu sehingga hancur, demikian pula tanah yg sekarang retak-retak. Kemungkinan Allah murka dan membuat tanah retak bagaikan sterefoam yang dipukul.

Sepupu Ridho kemudian bertanya balik, alat apa yang digunakan untuk memukul tanah sehingga retak dan hancur? Ridho pun menjawab sekenanya, meteor mungkin.
Dan kami Yang mendengar mereka pun hanya bisa menyimak dialog mereka tanpa bisa memberikan penjelasan yang ilmiah terkait tanah retak tersebut.  

Rabu, 06 Desember 2017

Mengolah Beras Menjadi Nasi

02.27 0
Kenapa beras mahal ya umi? Kenapa juga kita manusia harus makan nasi?
Beberapa hari ini Ridho memang ikut saya untuk menjadi relawan untuk membantu meringankan para korban bencana alam banjir dan tanah longsor di daerah kami, Pacitan.

Dahulu kala, saat kita bangsa Indonesia belum merdeka,  hanya orang kaya yang bisa menikmati makan dengan nasi yang diolah dari beras. Bagi beberapa masyarakat miskin, untuk makan sehari-hari memanfaatkan sumber karbohidrat lain untuk makanan pokok, seperti jagung dan ketela pohon. Makanya zaman dahulu ada nasi jagung, nasi tiwul dan nasi bulgur. Kondisi bencana seperti yang dialami daerah kita sekarang masih lebih baik dibanding masa penjajahan dulu. Karena kita masih mendapatkan beras yang disuplai dari daerah lain.



Senin, 04 Desember 2017

Prajurit Semut Yang Suka Menolong

06.39 0
Beberapa hari ini Ridho ikut saya ke lokasi bercana untuk membantu saudara-saudara kami yang terkena musibah tanah longsor. Beberapa kali pula bertemu dengan prajurit TNI yang bahu membahu membebaskan rumah warga dari timbunan tanah longsor.

Ridho bercerita, banyak sekali anak kecil yang takut melihat tentara ini, dia khawatir kalau cita-citanya menjadi tentara akan membuatnya ditakuti orang.  Akhinya saya pun berinisiatif untuk mendongeng tentang Smiti.

 Smiti adalah seekor semut semut. Di keluarga besar semut kedudukan Smiti adalah sebagai seorang prajurit semut. Tugas sehari-hari Smiti adalah menjaga keamanan negara semut. Smiti adalah prajurit semut yang baik hati, meski memiliki mulut taring yang runcing sebagai senjata, Smiti semut tidak pernah menggunakannya untuk menakuti anak-anak. Bahkan anak-anak sangat menyukainya.


Sabtu, 18 November 2017

Kreativitas Membutuhkan Keberanian

06.39 0
"Kreativitas membutuhkan keberanian" adalah salah satu kutipan favorit saya. Pepatah ini sudah lama tetapi kata-kata emas  dari Henri Matisse. Kreativitas benar-benar membutuhkan banyak keberanian. Ketika orang-orang kreatif mengekspresikan emosinya melalui karya seni, tulisan atau musik mereka, dan mereka mempresentasikannya ke seluruh dunia untuk dilihat di Internet, mereka pada dasarnya menempatkan diri mereka pada blok pemotongan untuk dikritik oleh semua orang di planet ini. Kegiatan ini sangat  berani, sangat rentan, dan membutuhkan tingkat kepercayaan diri dan keberanian tertentu.

Kamis, 16 November 2017

Rabu, 15 November 2017

Saat Alat Pemukul Kasur Berubah Menjasi Senapan

03.45 0
Terinspirasi dari pameran alutsista Brimob yang tadi digelar di Alun-alun kota Pacitan, Ridho yang memang punya hobby main perang-perangan, kembali beraksi dengan alat yang biasa kupakai untuk memukul-mukul kasur saat dijemur. Ada saja kreativitasnya sore ini. Alat yang terbuat dari rotan tersebut memang mempunya tangkai panjang dengan kepala pemukul selebar raket, bentuknya pun mirip raket. Sehingga pas untuk bermain tembak-tembakan

Itulah Ridho, apapun yang dipegangnya akan berubah fungsi menjadi mainan tembak-tembakan
 

Selasa, 14 November 2017

Mengingat Pesan

08.05 0
Pernah dibuat kesal gegara nitip pesan ke anak, tetapi anak lupa untuk menyampaikan ke yang bersangkutan?
Bisa jadi itu akibat kesalahan kita saat menyampaikan pesan. Mungkin si anak tidak paham dengan maksud pesan yang kita titipkan, atau bisa jadi saat menyampaikan pesan kita kurang kreatif sehingga pesan tersebut tidak membekas di memori anak.

Memori anak-anak sangat pendek waktunya, andaikata kita menyampaikan pesan dengan cara yang monoton maka bisa dipastikan pesan tersebut akan lewat tak berbekas. Banyak media untuk menyampaikan pesan dan keberhasilan dalam menyampaikan pesan sangat bergantung pada gaya belajar anak. Anak dengan gaya belajar visual seperti Ridho lebih nyaman dengan pesan berupa tulisan atau gambar.

Pagi ini Ridho mendapat tugas untuk menyampaikan pesan saya kepada gurunya. Karena kesibukan saya, tidak sempat untuk memback up pesan tersebut dengan WApri gurunya. Saat menjemputnya di sore hari, saya pun agak terkejut ketika Ridho berkata, "Mi pesannya sudah saya sampaikan ke pak guru." Terus terang saya lupa telah menitip pesan kepadanya. Sambil mengucapkan terima kasih, saya bertanya kepadanya, bagaimana cara dia mengingat tugas mengirim pesan ini. Dan kemudian Ridho pun membuka catatan di bukunya.
Wah perlu ditiru nih

Minggu, 12 November 2017

Beda Anak, Beda Kreativitas

06.17 0
Saat menjenguk anak-anak adalah moment untuk mengevaluasi pencapaian hasil belajar mereka dan juga untuk mengukur sejauh mana tingkat kedewasaan mereka masing-masing.  Salah satu parameter yang saya pakai untuk mengukur kedewasaan mereka adalah dengan melihat kebijakan mereka dalam memanfaatkan uang saku.

Hari ini Abdul dan Auda mendapat uang yang sama untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, masing-masing mendapat 400.000. Uang itu bebas mereka belanjakan untuk belanja sesuai kebutuhan mereka. Menurut pengamatan saya Auda lebih banyak belanja toiletris dan body care daripada makanan ringan. Mungkin karena perempuan jadi pilihan belanjanya jatuh ke hal-hal tersebut. Sedangkan Abdul lebih memilih belanja makanan ringan.

Selepas berbelanja, saya pun sedikit mewawancarai mereka. Auda bercerita untuk makanan ringan dia lebih suka menyantap keripik singkong yang saya bawa. Abdul memilih banyak belanja makanan ringan karena itu yang dia butuhkan. Untuk mencuci baju dia lebih memilih laundry sedangkan Auda berhemat dengan mencuci sendiri.

Demi melihat kedua kakaknya berbelanja Ridho pun tidak mau ketinggalan, dan belanjaan yang diburunya adalah makanan ringan, meski dia tidak mendapat jatah uang untuk berbelanja. Lha....siapa dong yang membayar?
Akhirnya kedua kakaknya pun berinisiatif untuk urunan membayar belanjaannya Ridho

Sabtu, 11 November 2017

Memanfaatkan Fasilitas akan Menumbuhkan Kreativitas

05.19 0
Akhir pekan ini kami berencana untuk berkumpul bersama di Klaten, Auda ada keperluan cap tiga jari di SMPnya, Abdul sudah kehabisan uang saku dan jajan, Ridho pun sudah kangen dengan kedua saudaranya. Berjanjilah kami untuk bertemu di SMP Auda dulu. Rencananya Auda akan berangkat hari Jum'at dengan naik bis dari Kartasura dan menginap dirumah saudara malam harinya. Paginya Auda akan ke SMPnya dan kami jemput disana.

Kami pun berangkat dari Pacitan bakda dzuhur, berhubung hujan maka suami membawa mobil dengan perlahan. Kami tidak bisa menghubungi Auda, HP nya tidak aktif, kami pun tidak bisa mengecek posisinya.

Sesampainya di Klaten kami langsung menuju ke tempat Abdul. Setelah bertemu dengannya kami pun bergegas menjemput Auda meski dalam suasana hujan rintik-rintik. Dan Auda pun belum bisa dihubungi. Tetiba ada notif messenger di HP ku, dari Auda. Dia mengabarkan posisinya sudah di rumah budenya, dan meminta kami langsung menyusulnya.

Hari ini Auda kami biarkan untuk mengurus urusannya sendiri, tanpa melibatkan bude atau omnya. Kami biarkan dia menggunakan fasilitas transportasi umum menuju SMP nya. Ternyata Anak itu lebih memilihh menggunakan Go Car daripada harus naik bus umum. yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana di bisa order Go Car padahal HPnya masih HP polyphonic dengan keyboard yang belum qwerty???

Ternyata dia memanfaatkan fasilitas laptop dan wifi yang ada di rumah budenya

Jumat, 10 November 2017

Benarkah Kreativitas Akan Muncul Saat Kepepet?

07.14 0
Sering mendengar istilah the power of kepepet?
Beberapa orang sering menganggap kalau dalam kondisi kepepet barulah orang akan memeras otak, berfikir untuk menciptakan sesuatu yang baru demi bertahan.
Contohnya seorang yang kepepet karena uang belanja yang menipis, maka dia akan kreatif menyusun menu untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga dengan budget yang terbatas. Hi....hi....Umiyani pernah ngalami ini, bagaimana mengolah sepotong tempe dengan harga Rp 500,00 menjadi lauk tempe goreng dan sayur oseng tempe,.....itu tahun 2000 yang lalu @_@

Nah bagaimana dengan anak-anak?
Jargon the power of kepepet ini akankah memacu anak untuk memunculkan kreativitas?
Rasanya hampir tidak ada seorang ibu yang akan membenturkan anaknya dalam kondisi kepepet ini. Seorang anak terlahir dengan segudang kreativitas pada otaknya, namun keterbatasan linkungannyalah yang membelenggu kreativitasnya. Oleh karena itu bebaskan anak dari segala keterbatasan agar kreativitasnya semakin tumbuh subur.

Hari ini Umiyani akan menguji hipotesis benarkah dalam kondisi kepepet Ridho akan lebih kreatif. Project yang kami jalani hari ini adalah mandi tanpa teriakan. Seperti biasa, agar bisa bangun pagi, Ridho harus dibangunkan. Tak cukup sekali, kadang butuh lebih dari 3 (tiga) kali menggoyang-goyangkan badannya barulah Ridho bangkit dari tempat tidur. Pagi ini sengaja setelah dibangunkan Umiyani tidak mendendangkan lagu wajibnya untuk menyuruh Ridho mansi pagi.Cukup hanya bertanya ...." Jam berapa dek?"

Mungkin karena heran, tumben Umiyani tidak menyuruh mandi, Ridho malah ke dapur, setelah puas bermain kucing dia kembali melihat jam dinding. Karena melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.00 dia pun bergegas ke kamar mandi, mandinya sangat cepat, mungkin karena hari sudah siang. Selepas itu langsung mengambil sarapan, makan dan langsung merapikan peralatan sekolahnya sambil makan. Biasanya sih makannya lama, tumben pagi ini sangat cepat dan dilakukan sambil melakukan pekerjaan yang lain.

Karena kesiangan, dia pun harus berfikir bagaimana cara cepat agar dia tidak terlambat tetapi tanpa melupakan sarapan.

Kamis, 09 November 2017

Bermain Memupuk Kreativitas

06.13 0
Bermain di alam terbuka bisa menjadi salah satu sarana untuk memupuk kreativitas anak. Karena dalam terbuka mereka bisa lebih banyak mengeksplorasi apa yang mereka butuhkan untuk menciptakan suatu permainan yang asyik. Selain itu bermain di alam terbuka juga cukup efektif untuk menghemat budget membeli mainan pabrikan.

Seperti yang dilakukan Ridho. Anak ini mempunyai hobby bermain perang-perangan.  Hobby nya ini sangat tersalurkan di alam terbuka. Dia biasa mengendap-endap seolah-olah sedang menjadi tentara yang sedang mengintai. Biasanya dia akan mengambil benda panjang apa saja yang ada di dekatnya untuk dijadikan senapan. Adapun yang sering menjadi musuhnya adalah para ayam yang banyak berkeliaran di halaman belakang rumah kami.

Ada saja idenya saat bermain perang-perangan,  mulai dari pakaian yang digunakan sampai alat yang digunakan sebagai senjata. Tampaknya dengan bermain peran dan bermain di alam terbuka dia bisa menciptakan dunianya sendiri yang sangat mengasyikkan

Rabu, 08 November 2017

Tak Ada Pistol-pistolan, Apapun Bisa Buat Bermain Pertempuran

06.38 0
Do sangat terobsesi dengan seorang tentara. Karakternya yang tegas sangat mendukung agar obsesinya ini terwujud menjadi seorang perwira. Permainan Yang paling disukainya pertempuran. Namun sayang, mainan pistol yang dimilikinya tak pernah berumur panjang. Mungkin karena terlalu sering di pakai bermain.

Ridho pun sering saya amati suka mengubah benda apa saja yang dipegangnya menjadi sebuah senjata, kadang hanger bisa berubah fungsi menjadi pistol, spidol pun bisa dirangkai menjadi pistol. Kayu bakar atau capstok  baju bisa menjadi senapan laras panjang, kadang penggaris dimainkan sebagai sebuah pedang.

Tampaknya memang benar tak usah membatasi dia dengan membelikan mainan senjata ala pabrik mainan.  Karena dengan kreativitas dan imajinasinya,  didekatbnya, benda apapun bisa menjadi alat untuk permainan pertempuran.

Jumat, 03 November 2017

Pengalaman Belajar KREATIVITAS di IIP

00.25 0
Belajar kembali dengan gaya baru, itu yang saya tangkap saat memulai belajar materi KREATIVITAS. Model pembelajaran kali ini sangat relevan dengan tema yang akan dibahas. Saya suka....saya suka....πŸ’—πŸ’“


Jika Anda telah ingin merancang masa depan anak anda, Anda tahu bahwa kreativitas akan sangat penting untuk kesuksesan mereka.
Anda ingin membesarkan anak-anak kreatif?

Bagaimana cara Anda menumbuhkan kreativitas?
Kreativitas disini didefinisikan sebagai menciptakan sesuatu yang orisinil dan bermanfaat.

Bill Gates menyetujui surat tahunannya yang mengatakan, "Inovasi telah dan akan terus menjadi kunci untuk memperbaiki dunia."


Jika Anda telah ingin merancang masa depan anak anda, Anda tahu bahwa kreativitas akan sangat penting untuk kesuksesan mereka.


Ahli kreativitas, Sir Ken Robinson menegaskan bahwa sekolah membunuh kreativitas. Hanya beberapa tahun di sistem pendidikan yang sekarang, anak-anak kita di tahun-tahun berikutnya akan mengatakan selamat tinggal pada kemampuan kreatif bawaan mereka.



Empat Cara Menumbuhkan Kreativitas 


 1. Down Time

Stres membunuh kreativitas. Itu sebabnya saya tidak mendukung penjadwalan atau pekerjaan rumah yang berlebihan - keduanya menciptakan stres dan kelelahan mental. Agar anak menjadi kreatif, kita harus memberi otak mereka waktu santai. Waktunya tidur siang, membaca, jalan-jalan - hal-hal semacam itu. (Untuk membaca lebih lanjut tentang bab 2 di buku Jonah Lehrer, Imagine.) Dewasa, inilah mengapa ide terbaik kita sampai pada kita dalam hujan yang lama ketika otak kita rileks. 


2. Kegagalan

Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita gagal, kita belajar lebih banyak daripada kapan kita berhasil. Bila anak-anak kita gagal, kita bisa menggunakan pengalaman itu untuk membantu mereka belajar darinya. Begitulah cara Pixar memulai setiap hari - dengan kegagalan mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk belajar dari kesalahan masing-masing dan mengarah pada gagasan yang lebih kreatif.
 
3. Bermain Peran

Bermain, terutama bermain peran adalah salah satu cara yang paling menguntungkan orang tua, karena bisa menumbuhkan kreativitas. Berikan waktu, alat peraga, dan gagasan untuk bermain peran. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa "anak-anak prasekolah yang menghabiskan lebih banyak waktu bermain peran memiliki tingkat kreativitas yang tinggi." 


4. Peluang untuk Merancang dan Membangun

Bermain di alam terbuka memungkinkan anak merancang dan membangun apa pun yang bisa mereka bayangkan. Saya ingin anak-anak saya menemukan permainannya sendiri. Karena itu akan mengarahkan mereka pada pemikiran kreatif dan berbeda. Selain mengasah kreativitas, dengan berani untuk merancang dan membangun juga memupuk kepercayaan diri mereka.

Omong-omong, seperti yang bisa Anda lihat dari empat cara di atas, Anda tidak bisa mengajarkan "kreativitas" sebagai kelas spesial seperti musik atau APE. Anda juga tidak menjadi kreatif dengan melakukan apa yang disebut "kelas kreativitas".



Suasana Diskusi

Pembelajaran di kelas ini sangat menarik, karena disajikan dengan cara yang berbeda. Peserta digiring untuk menampilkan sisi kreativitasnya masing-masing secara inside out tanpa dicekoki dengan teori-teori tentang kreativitas. Menurut saya cara ini sangat efektif karena dengan sendirinya saya sebagai peserta mampu menyadari kesalahan mendampingi anak dalam menumbuhkan kreativitas.

Kreativitas Menurut Saya 

Tempe adalah makanan yang paling mudah dijumpai di Indonesia, akan tetapi makanan ini menjadi simbol status sosial yang rendah. Bahkan ada ungkapan "mental tempe" yang digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe.....

Kreatif menurut saya adalah mampu menciptakan "menu selera" dunia dengan bahan tempe tanpa merubah cita rasa aslinya. Saatnya tempe pun menjadi Steak Tempe.






























Sumber :
1. Materi Kreativitas, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional
2. Melissa Taylor, http://www.parenting.com/blogs/mom-congress/melissa-taylor/do-schools-kill-creativity-what-do-we-do-about-it 
3. Dyah Qyushartanti, http://dhiahqyushartanti.blogspot.co.id/2011/10/mengembangkan-kreativitas-melalui.html
4. https://id.wikipedia.org/wiki/Pembicaraan:Tempe

 

Sabtu, 07 Oktober 2017

Mengajarkan Apa yang Sudah Diterapkan

08.51 0
Kecerdasan finansial adalah hal penting yg harus saya ajarkan kepada anak. Karena bagi saya inilah bekal utama mereka untuk bijak dalam mengatur keuangan mereka.

Bersyukur di kuliah Bunsay IIP, kecerdasan finansial ini dijadikan sebagai salah satu tema pembelajaran.  Meski sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,  ternyata materi dan gamenya sangat membantu saya untuk melengkapi apa yg sudah saya lakukan. 

Sabtu, 30 September 2017

Menghemat Uang Saku

06.16 0
Siang ini Abdul telepon.  Menanyakan kepastian kami untuk hadir di acara Ibbas Festival. 

"Umi .... Aku daftarin seminar Ibbas ya...
Satu keluarga, lima orang."

"Berapa bayarnya mas?"

"Duapuluh ribu Mi, jadi kalau beriman nanti aku bayar seratus ribu"

"Mas Abdul punya uang?"

"Gak sih ... Kemarin aku ke kota naik ojek. Berdua sama temanku bayar ojek lima puluh ribu."

"Habis dong... uang saku mas Abdul?"

"Masih ada kok, kemarin Abi ngasih limapuluh ribu. Oya Mi bayar seminarnya Sabtu aja ya....biar uang sakuku gak habis.  Aku kan mau bayar Jersey kelas juga."

"Iya deh mas....anak pondok harus hemat uang saku lho...." 

Rabu, 27 September 2017

Mempersiapkan Mabit

15.21 0
Maih di kota Malang kali ini Umiyani harus tetap harus berkomunikasi dengan Ridho tentang project financial planningnya. Saat semalam video call, Ridho bercerita kalau akhir pekan ini sekolahannya akan mengadakan kegiatan mabit.

Mabit adalah kegiatan menginap di sekolah dan diisi dengan kegiatan ruhiyah serta aktivitas permainan yang ditujukkan untuk lebih meningkatkan keimanan. Aktivitas ini dibingkai dengan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak, seperti bersepeda bersama tadabur alam atau mini outbond. Kegiatan ini dilakukan di sekolahan Ridho secara periodik dan meruakan kegiatan yang paling disukai anak-anak.

Untuk kegiatan mabit di pekan ini Umiyani tidak bisa mendampingi Ridho untuk mempersiapkan bekalnya. Karena bekal, terutama bekal makanan adalah salah satu yang paling sering membuat heboh. Oleh karena itu Umiyani menyarankan agar Ridho mengajak Abinya untuk berbelanja bekal makanan. Akan tetapi Ridho lebih memilih untuk membawa bekal makanan dari rumah. Bekal makanan yang dipilihnya ini adalah bekal yang dulu kubelikan sebelum berangkat ke Malang. Tampaknya ada motif kangen di balik pemilihan bekal ini.

Dalam setiap mabit, biasanya ada urunan dana untuk pembelian sarapan pagi, besarannya sekitar Rp 5.000,00 - Rp 10.000,00. Dan Ridho memilih mengambil tabungannya untuk membayar iuran ini.

Senin, 25 September 2017

Menghemat Jajan

07.02 0
Berjauhan bukan hambatan untuk tetap mematau project financial planning yang sedang dijalani Ridho. Umiyani di Malang dan Ridho di rumah, ada video call yang bisa digunakan sebagai sarana agar tetap bisa berkomunikasi. Malam ini baru bisa menghubungi Ridho malam ini, akhirnya kerinduan Umiyani terhadap si bungsu terpuaskan sudah. Dialog singkat menceritakan tentang aktivitas yang dilakukannya disaat Umiyani berada di malang membuat hati kami berdua semakin tertaut.

Obrolan tentang pemanfaatan uang saku seakan hanya menjadi bumbu cerita indah terkait aktivitas yang Ridho lakukan tanpa kehadiran Umiyani. Obrolan pun melbar ke tema yang lain. hanya sedikit mengangkat tema sesuai project bulan ini.

Me : Adik gak ada Umi siapa yang nyiapin bekal sekolah?

Do : Gak ada Mi. Abi gak bisa masak jajanan.

Mi : Tapi kan sebelum umi berangkat sudah umi belanjain jajan. Dibawa bekal atau adek jajan pake uang saku?

Do : Jajan mi, eman kalau jajan dari umi sudah habis, tapi umi belum datang. Tapi aku gak jajan lho Mi, jatah uang tabungannya juga udah kutabung mi, tinggal jatah buat sedekah yang masih kusimpan. Hari Jum'at aja ya sedekahnya?

Mi : Boleh....jajan pun juga boleh kok dek, tapi ingat jangaan lebih dari jataah ya....

Sabtu, 23 September 2017

Istiqomah Menabung

05.06 0
Akhir pekan ini Umiyani tidak bisa membersamai Ridho di rumah.  Agenda kegiatan dan jadwal pekerjaan mengharuskan Umiyani harus meninggalkan Ridho menuju Malang selama sepuluh hari kedepan.  Agak susah ini nanti untuk menyelesaikan game 8 ini.  Bismillah dengan video call semoga bisa tetap mengawal Manajemen Keuangan Ridho.

Saat berpamitan tadi Umiyani menyerahkan jatah uang sakunya untuk pekan depan.  Tapi lupa untuk menyerahkan untuk pekan berikutnya πŸ˜….
Padahal kami akan berpisah untuk 10 hari kedepan.

Saat melihat cash in hand Ridho tadi pagi, Umiyani sedikit lega karena sisa uangnya Ridho pekan ini ada Rp 2.000,00. Cukuplah buat nombokin di pekan depannya lagi πŸ˜€.

Kamis, 21 September 2017

Jajan Sesuai Kebutuhan

07.29 0
Sudah menjelang akhir pekan,  sudah tiba waktunya untuk mengevaluasi Ridho dalam memanfaatkan uang sakunya. Dalam dialog malam, Umiyani pun bertanya kepadanya :

πŸ‘© Umiyani : Dek uang sakunya pekan ini buat apa?

πŸ‘¦ Ridho : Ya jajan lah Mi.

πŸ‘© Umiyani : Pake voucher pa jajan di warung tetangga sekolah?

πŸ‘¦Ridho : Buat beli voucher dong Mi.

πŸ‘© Umiyani : Ooo....berapa yang dibelikan voucher?

πŸ‘¦ Ridho : Dua ribu. Sisanya mau kutabung.

..... Alhamdulillah Ridho kecil sudah paham bahwa jajan itu sesuai kebutuhan bukan karena keinginan atau ikutan teman. Masih ada dua hari lagi menuju akhir pekan, sedang jatah jajan masih Rp 3.500.


Rabu, 20 September 2017

Pokoknya Gemar Menabung Tanpa Embel-embel

06.05 0
Ridho ni aneh, anak seusianya mempunyai tabungan karena memiliki keinginan untuk membeli sesuatu.  Sedangkan Ridho Menabung hanya karena pengen aja 😁.

Tak mengapa yang penting Ridho sudah mempunyai tekad untuk gemar menabung. Masalah penggunaanya untuk apa tdk perlu dispesifikan. Untuk itu Umiyani memahami an Ridho bahwa niatnya tersebut sangat mulia. Ada dua hal manfaat menabung, yang pertama adalah salah satu bentuk perencanaan masa depan. Yang kedua adalah salah satu pemupukan dana darurat.

Baiklah Ridho, mari pilih, manfaat apa yang akan engkau peroleh dengan gemar menabung?

Senin, 18 September 2017

Bijak Mengelola Uang Saku

00.37 0
Akhir pekan adalah saat yang dinanti, karena akhir pekan adalah saatnya Ridho menerima jatah uang saku. Demi memudahkan Ridho agar bisa mengaplikasikan teknik financial planner C4M, maka Umiyani rela menaikkan jatah uang sakunya dari Rp 7.000,00 menjadi Rp 10.000,00 per pekan.

Kali ini Ridho harus belajar membagi uang sakunya berdasarkan empat bagian sesuai haknya.

Untuk hak Allah, berapa yang harus Ridho sisihkan? Yah....Ridho pun menghitung 2,5% dari Rp 10.000,00. Berarti hari Jum'at nanti Ridho harus beringas Rp 2.500,00.

Untuk hak masa depan? Ridho gak punya hutang atau tanggungan ke siapapun, tapi Umiyani tetap menyarankan agar Ridho menyisihkan 10% setiap pekan. Siapa tahu nanti ada pengeluaran tak terduga, seksligusmengajarkan konsep dana darurat padanya.

Selanjutnya hak masa depan, berapa yang
harus disisihkan untuk ditabung? Umiyani menyarankan 10% saja, berarti Rp 1.000,00 boleh lebih kalau nanti ada sisa di akhir
pekan.


Jadi berapa sisa yang bisa Ridho belanjakan voucher? Tinggal dikurangi saja. Rpadahal 10.000,00 - Rp 2.500,00 - Rp 1.000,00 - Rp 1.000,00. Sisa yang bisa Ridho belanjakan voucher jajan tinggal Rp 5.500,00.

Kurang dek?
Nggak kok Mi.

#anakumihebat

Sabtu, 16 September 2017

Allah Akan Mencukupkan Rezekimu

05.36 0
Sore ini Umiyani mendapatkan telepon dari mba Auda. Kali ini yang menjadi curhatannya adalah pasal uang sakunya yang habis buat beli snack jajan. Sebenarnya bulan ini Umiyani sudah memberi uang saku lebih, karena bulan ini tidak ada jatah dibelikan snack.

Disatu sisi Umiyani ingin mengetes sejauh mana kecerdasan finansial mba Auda. Bagaimana caranya mengelola keuangan pribadi. Mengganti jatah snacknya dengan uang agar mba Auda bisa mengalokasikan keuangannya.

Protes mba Auda tentu mengawali ujian untuknya ini. Tetapi the show must go on, dan Umiyani harus kuat untuk tidak mengiyakan rayuan agar mengirimkan jajan wismanya, karena sebenarnya nilai tambah uang sakunya sama dengan nominal yang biasa Umiyani belanjakan snack untuknya. 

Tabungan Untuk Sedekah

05.22 0
Sesuai dengan kaidah C4M, pendapatan yang harus dialokasikan untuk keperluan Ziswaf minimal 2,5%. Demikian juga yang akan saya fahamkan kepada Ridho. Pekan ini sekolah Ridho mengadakan penggalangan dana kemanusiaan untuk Rohingya. Bagian dari penanaman akhlak agar anak mempunyai kepekaan sosial.

Saya pun mengarahkan agar Ridho mau bersedekah dengan menggunakan uang tabungannya.  Saya memotivasi Ridho bahwa kewajiban untuk bersedekah untuk muslim Rohingya adalah kewajiban individu. Bukan kewajiban sebuah keluarga, oleh karena itu, sebaik-baiknya sedekah adalah dari tabungan atau pendapatan masing-masing anggota keluarga.

Alhamdulillah 2,5% memang harus ditanamkan sejak kecil agar kelak mereka paham tentang nishob

Kamis, 14 September 2017

C4M for Kids

07.25 0
Kecolongan...

Padahal sudah hampir lima tahun kami menerapkan konsep C4M (Cash Flow for Muslim) untuk perencanaan keuangan di keluarga. Tetapi kelupaan tidak mengajarkan konsep ini lebih detail kepada anak-anak.

Kamis, 31 Agustus 2017

Puasa Arafah

05.27 0
Berpuasa sudah biasa dilaksanakan Ridho di bulan Ramadhan.  Di luar bulan Ramadhan terkadang ikut juga berpuasa sunnah di bulan-bulan tertentu,  seperti di bulan Dzulhijah ini. Sejak malam sebelumnya, Ridho sudah bersemangat dan meminta izin kepada Umiyani agar bisa berpuasa.

Saat dibangunkan sahur Ridho sedikit malas-malasan.  Jauh berbeda dengan malamnya yang sangat bersemangat.  Sampai Umiyani harus rela menyuapinya.

Sambil matanya terpejam,  Ridho mengunyah makanan di mulutnya. Kalau sudah begini Umiyani yang harus cerewet agar Ridho tidak kembali tertidur. Suap demi suap akhirnya habis juga nasi di piring. Seiring dengan habisnya nasi, Ridho baru terbangun dan mulai bercerita tentang keutamaan puasa Arafah.

Saat adzan Subuh berkumandang Ridho bergegas menunaikan sholat subuh di masjid. Selepas sholat subuh Ridho pun asyik dengan komik-komiknya.  Alhamdulillah Ridho tidak merengek untuk tidur lagi. Keasyikannya dengan komik mampu menghilangkan rasa kantuknya.

Siang harinya Ridho pun beraktivitas seperti biasanya. Tidak mengeluh kepayahan dan tetap melanjutkan puasanya, meskipun banyak teman-temannya yang tidak berpuasa.




Rabu, 30 Agustus 2017

Hebat Belum Tentu Bakatnya

05.42 0
Deg...
Seolah baru tersadar, project mengamati kesukaan Ridho dalam membuat cerpen masih belum bisa ditarik kesimpulan kalau memang menulis termasuk salah satu bakatnya Ridho.  Karena agar suatu aktivitas itu bisa dikategorikan sebagai bakat,  harus terpenuhi 4 terlebih dahulu.

Bisa jadi pengamatan ini masih harus dilanjutkan dan diperkaya metodenya. Karena bisa jadi project belajar menulis ini hanya sebuah obsesi dari Umiyani yang pengen belajar menulis.

Nah berikut adalah bahan untuk lebih dalam mengamatinya:
❤ Aktifitas itu dinanti-nanti kedatangannya,ditunggu-tunggu dengan suka cita dan tidak sabar.
❤Ketika tiba waktunya maka aktitas itu dijalaninya dengan penuh semangat dan kegembiraan seolah jam berhenti bergerak dan dia tenggelam dalam keasyikannya.
❤ketika berakhir, maka Ridho tidak mengatakan "Ahhh...akhirnya selesai juga..." tetapi tergambar di wajahnya kepuasan dan kebahagiaan yang luar biasa.

Dan berikut tugas Umiyani adalah:

πŸ’πŸ»‍♂Fasilitasi Ridho dengan beragam aktivitas, pilihlah 3 atau 4 saja yang terbaik lakukanlah hanya dua kali dalam sepekan, lengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan pendukung maka fitrah bakat ini akan tumbuh subur.

πŸ’πŸ»‍♂Mencatat aktivitas yang disukainya itu

πŸ’πŸ»‍♂Hebat belum tentu cukup tetapi fitrah bakat harus memenuhi empat hal yaitu Easy,Enjoy,Excellent, Earn


Selasa, 29 Agustus 2017

Dua Bintang Yang Berbeda

06.57 0
Sore ini Umiyani mendapat kesempatan untuk telepon dengan kedua bintang yang sedang merantau menuntut ilmu di luar kota. Telepon adalah sarana untuk mendekatkan mereka yang jauh. Meski terkadang suasana hati dan ekspresi tubuh tidak terlihat saat bertelepon namun sarana ini cukup efektif untuk mengetahui sejauh mana perkembangan mereka disana.

Telepon pertama antara Umiyani dengan Abdul. Tak banyak yang bisa dibicarakan karena telepon dilakukan via panggilan suara WA. Hanya menanyakan tentang khabar dan kondisi keuangan. Di ujung telepon Abdul pun hanya menjawab singkat, seolah-olah dia mampu mengatasi rasa kerinduannya. Bahkan Abdul terdengar lebih dewasa karena mampu mengatasi beberapa masalah yang dihadapi olehnya.  Meskipun Abdul baru terpisah dari kami sekitar satu bulan,  namun kedewasaannya tidak perlu diragukan lagi.

Telepon yang kedua adalah percakapan antara Auda dan Umiyani.  Anak gadis Umiyani yang biasanya diam saat bertemu ini memang lebih banyak berbicara saat di telepon. Telepon kali ini masih seputar rencana kepulangannya di libur Hari Raya Idhul Adha.  Auda yang telah memasuki tahun keempat merantau menuntut ilmu di luar kota,  masih nampak cengeng dan belum bertambah dewasa. Dari nada bicaranya selama obrolan berlangsung, nampak Auda masih belum bisa mengatasi masalah yang dihadapinya.  Masih ragu-ragu dan selalu meminta pertimbangan.  Namun semenjak menginjak usia akhil baligh ini Umiyani sudah bertekad untuk membiarkannya mengatasi masalahnya sendiri.

Aaahhhhh....dua bintang ini memang sangat berbeda. Faktor gender mungkin sangat mempengaruhi tingkat kedewasaan seorang anak. Tetapi faktor karakter mungkin yang lebih mempengaruhi.  Saatnya untuk terus melatih mereka agar mereka semakin dewasa menapak segala permasalahan di kehidupan ini.

Senin, 28 Agustus 2017

05.54 0
Hari ini belum bisa mengasah kemampuan Ridho untuk menulis.  Belum ketemu strategi, sarana 5 prasarana yang pas.  Disamping itu hari ini Ridho harus persiapan untuk ulangan harian besuk di sekolah.

Ridho anak yang konsisten dengan apa yang diyakininya, itulah yang menjadi salah satu sisi keunggulanya. Seperti sore ini, seperti janjinya beberapa waktu yang lalu, untuk tidak melihat TV dan menggunakan gawai saat hari efektif sekolah, hari ini Ridho memilih untuk membaca buku dan majalah. Meski Abi berkutat dengan lappy dan uminya berkutat dengan HP,  Ridho tidak lantas ikut-ikutan, dia tetap asyik dengan bukunya.

Konsistensi inilah yang harus senantiasa kami tanamkan kepadanya, karena konsistensi adalah bekal utama yang akan menghantarkanya menjadi orang sukses. Dalam ranah intra personal, konsisten ini diperlukan untuk meningkatkan skill yang dimilikinya. Pada ranah inter personal konsistensi diperlukan agar dia bisa menempatkan diri dalam lingkunganya.

Dalam ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual) konsistensi ini adalah ciri-ciri orang yang beriman. Dengan konsistensi maka dia akan merasakan nikmatnya dalam beribadah. Dan dengan konsistensi inilah dia akan menjadi orang yang paling tanggap terhadap perubahan di lingkungannya.


Minggu, 27 Agustus 2017

Bintang Empati

18.24 0
Hari Ahad harusnya menjadi hari yang menyenangkan untuk beraktivitas bersama keluarga tercinta. Namun sayangnya Ahad ini, akibat kelelahan yang mendera umiyani tak bisa menemani Ridho untuk bermain. Seharian Umiyani tiduran di tempat tidur membuat Ridho tidak kehilangan semangatnya untuk bersama Umiyani.  Dengan membawa tablet, gawai yang sering dipakainya membaca komik di akhir pekan, Ridho menemani Umiyani di rumah. Sedangkan Abiagus ke rumah saudara, membekuk bude yang sedang sakit.

Selepas menyiapkan sarapan pagi, Umiyani memang rebahan sambil terapi O2 di ruang keluarga. Ridho pun asyik membolak-balik komik virtuilnya.

Begitu tiba waktu makan siang, Umiyani belum beranjak dari Sofa tempatnya berbaring. Sedangkan Ridho sudah mulai kelaparan. Berjingkat menuju meja makan Ridho tak menemukan kecocokan dengan menu hari ini. Sambil bergegas menuju kulkas, Ridho pun minta izin untuk menggoreng nugget. Selesai menggoreng nugget sambil menuju tempat Umiyani berbaring Ridho berkata,  "Umi makan juga ya...sini aku suapin, Umi kan lagi sakit."

Wah ternyata makan di suapin itu enak lho 😍.

Lebih nyes lagi saat Ridho berkata, "Saat sakit begini, Umi pasti rindu suapan ibunya Umi. Semoga Umi cepat sembuh. "

Wah...bintang ku hari ini sedang belajar menapak di ranah interpersonal dengan bersikap mandiri,  berempati kepada umiyani yang sedang sakit adalah bagian dari ranah intrapersonal. Dan mendo'akan Umi adalah bukti kecerdasan spiritualnya.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Belajar Menulis 2

07.15 0
Seperti menemukan durian jatuh, melihat keasyikan Ridho saat menulis cerpen. Dan umi pun siap beraksi untuk menggali lebih dalam bakatnya ini. Langkah pertama adalah membelikan Ridho buku diary. Buku ini nantinya akan menjadi hartanya yang paling berharga.

Selanjutnya mengenalkan Ridho dengan Bobo online. Kalau dulu biasa baca majalah Bobo setiap Kamis, kini saatnya untuk memperkaya wawasan Ridho dengan Bobo online. Sambil ngomporin Ridho agar mau mengirimkan cerpen tulisannya ke redaksi majalah Bobo.

Eit....masih banyak Nice Home Work nih bust si Umiyani agar bintang Ridho di dunia tulis menulis ini semakin bersinar. Oleh karena itu Umiyani harus mencari mentor yang pas untuknya. Ada yang bersedia?

Jumat, 25 Agustus 2017

Belajar Menulis

07.02 0
Beberapa hari ini saya tidak melakukan pengamatan untuk project pencarian bakatnya Ridho. Dan beberapa hari ini juga, disela-sela kesibukan saya menyiapkan perintilan bahan untuk wisuda online di kelas Matrikulasi Jatim Selatan yang saya ampu, saya dikejutkan dengan aktivitas menulis yang Ridho lakukan.

Hampir setiap sore Ridho duduk disebelah saya ysng sedang utak-atik lappy. Bukan sekedar duduk, ternyata Ridho sedang mengerjakan project kumpulan cerpennya. Dan saya baru tahu project ini setelah tadi pagi Ridho protes kenapa saya corat-coret di bukunya yang tergeletak di meja kerja saya.

Selidik punya selidik saat Ridho berangkat sekolah, saya baca tulisan di buku tersebut. Ternyata ada lima cerpen yang sudah ditulisnya. Subhanallah, ada bakat terpendam yang saya rasakan saat membaca buku tersebut.

Sore ini kembali kami duduk berdampingan di depan meja kerja saya. Tidak ada lappy didepan saya, karena sore ini saya ingin menyimak Ridho menulis cerpen. Tulisannya kali ini mengangkat tema dimarahi pak guru. Kata Ridho cerita ini terinspirasi dari pengalamannya tadi pagi di sekolah.

Ternyata calon tentaraku ini cukup pandai menuliskan apa yang dirasakan dalam bentuk tulisan. Saat membaca cerpennya saya merasakan anak saya ini perlu dilatih agar kemampuan menulisnya semakin terasa. Tantangan baru buat saya yang juga belum paham dengan dunia tulis menulis πŸ˜€.  Baiklah .... tampaknya saya perlu membelikannya sebuah buku diary agar Ridho mampu menyalurkan bakatnya tersebut.