Jumat, 25 November 2016

Manajemen Waktu Seorang Ibu Profesional

18.26 0


"Because Life is Never Flat, enjoy it", bukan hanya iklan chitato \(‾▿‾\)

Membuka kembali materi demi materi, merenungkan ulang maksud dari NHW ke NHW, akhirnya membuat saya tersadar bahwa mengikuti kelas MIP ini bukan sekedar mengikuti proses perkuliahan biasa. Saya merasa sedang menjadi seorang coached yg sedang didampingi seorang coach profesional, yakni bunda Septi Peni Wulandani, founder IIP. Alhamdulillah proses demi proses menuntun saya untuk merevisi kembali road map keluarga saya agar tetap on the track. Berjalan menyusuri misi spesifik hidup, meskipun saya sendiri belum tahu pasti untuk menjadi apa, karena menurut saya ini adalah bagian dari rahasia Ilahi. Tugas saya hanya mendekatkan diri akan tujuan penciptaan dengan memperhatikan segala potensi diri dan lingkungan. Menyusun kembali puzzle hidup saya menjadi sebuah pemandangan yang indah, bersinergi dengan keluarga agar menjadi keluarga yang lebih baik.

Posisi sebagai seorang Ibu mendudukan saya sebagai seorang General Manajer yang multitasking. Seseorang yang bisa mengatur peran penting dalam rumah kecil kami agar terwujud keluarga yang SAMARADA.
Layaknya sebuah assesment bagi seorang Manajer handal,, maka sesssion coaching kali ini kembali mendudukan suami dan anak sebagai asesor atas kompetensi yang harus saya miliki. Saat ini sampailah saya di tahapan evaluasi diri sejauh mana saya terjebak dalam rutinitas. Rutinitas yang menjemukan akan menghambat laju langkah kita dalam menyusuri misi spesifik hidup.

Baiklah, bersama mari satu per satu kita urai rutinitas yang menjebak jalan hidup ini. Kali ini agar menjadi seorang GM handal, maka saya harus belajar tentang prioritas. Put first things fist,
Habit # 3 dari buku Stephen Covey's yang berjudul 7 Habits of Highly Effective People, mengajarkan tentang arti prioritas hidup. Bolehlah tonton videonya di sini  , supaya lebih nancap boleh juga tonton video jar of live.

Beberapa hal yang menurut saya meupakan prioritas dalam hidup untuk saat ini adalah
1.       Membersamai tumbuh kembang anak sampai menghantarkan mereka menjadi generasi akhil baligh
2.       Mengatur dan mengurus rumah agar terwujud baitii jannatii
3.       Mengurus dan membesarkan usaha sebagai ladang untuk aktualisasi diri

Beberapa kegiatan sehari-hari yang kurang penting dalam hidup saya saat ini
1.       Mencuci baju, karena terbantu oleh suami yang memang hobi mencuci
2.       Berkumpul bersama tetangga yang hanya sekedar sarana ajangsana
3.       Merawat binatang peliharaan karena tugas ini sudah terdelegasikan ke anak-anak

Dari 3 prioritas hidup saya diatas menurut saya untuk saat ini waktu saya banyak tersedot di aktivitas mengurus dan membesarkan usaha, ada sisa-sisa inner child yang harus saya damaikan yang menyebabkan hal ini. Tersebab lahir dari keluarga pengusaha membuat saya terbiasa mengabaikan beberapa urusan domestik rumah tangga. Saya harus berusaha keras agar bisa mengatur waktu agar semakin tersusun 10.000 jam terbang untuk memenuhi kompetensi saya sebagai ibu yang baik. Menengok NHW serta mengingat anak pertama sudah memasuki tahap akhil baligh, anak kedua dan ketiga sudah memasuki tahap pre akhil baligh, maka serasa saya dimanjakan waktu luang yang akhirnya menjebak saya di rutinitas pekerjaan dengan dalih menjalankan usaha.

Saat ini mau tidak mau saya harus mengatur time schedule, detik demi detik, menit demi menit, agar bisa keluar dari rutinitas yang melenakan. Menyelesaikan target dari cut of time. Mengikuti sunnah Rasul untuk membagi waktu saya sepertiga untuk ibadah, sepertiga untuk bekerja dan sepertiga lagi untuk istirahat. Walaupun bagi saya terkadang waktu beribadah harus beririsan dengan waktu bekerja dan istirahat, demikian juga waktu bekerja sering beririsan dengan waktu beribadah. Sedangkan waktu beristirahat memang fokus terpakai untuk beristirahat.

Wah....segala sesuatu ternyata kembali kepada niat, karena tidak diterima suatu amal melainkan benar niat dan caranya. Kerjakan apa yang menjadi prioritas, selesaikan, kemudian kerjakan prioritas yang selanjutnya. Tidak menunda-nunda pekerjaan karena waktu yang sangat terbatas. Sedikit refreshing boleh agar tdk terjebak dalam rutinitas yang menjenuhkan, namun hati-hati dengan hal-hal yang bersifat sia-sia, karena itu melenakan.



Ada tujuh poin rahasia manajemen waktu Nabi Muhammad menurut buku Membongkar Rahasia 7 Manajemen Waktu Nabi Muhammad, Penulis: M. Arif Hidayatulloh, Penerbit: Hayyun Media.

Dalam waktu 23 tahun beliau telah membuat perubahan besar di Jazirah Arab. Hal ini terjadi lantaran bagusnya manajemen waktu Sang Manusia Teladan itu.
 Rahasia pertama adalah shalat fardhu sebagai ajang membentuk watak dan tonggak ritme hidup. Umat muslim telah membuat pemilahan waktu dalam sehari dengan jelas. Umat Islam punya kelebihan di banding umat lain. Ketika kita janjian dengan teman sering kita melibatkan waktu-waktu shalat. Misalnya kita pergi habis Zhuhur ya…Hanya umat Islam yang memiliki trik manajemen waktu sehingga aktivitas kita dapat terprogram dengan baik.
 Rahasia kedua adalah berpola pikir investasi, anti-manajemen waktu instan. Maksud dari kalimat tersebut adalah jangan mengelola waktu dengan instan karena hal tersebut akan membuat kita malas dalam berproses. Persiapkan segala hal untuk masa depan kita. Sehingga kita dapat memetik hasilnya di kemudian hari.
 Rahasia ketiga adalah terus produktif, jangan biarkan waktu terbuang percuma. Kemudian rahasia selanjutnya adalah gunakan aji mumpung. Rahasia kelima adalah jauhi sikap menunda-nunda. Rahasia keenam adalah cepat, tapi jangan tergesa-gesa. Kemudian rahasia terakhir adalah rutin melakukan evaluasi.
  
 Terima kasih kepada IIP yang  telah membuka pemahaman saya untuk menyusun langkah menjadi seorang Ibu Profesioanal, manajer keluarga handal

Sabtu, 19 November 2016

πŸ“BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR πŸ“

05.36 0

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, 

Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.


Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. 


Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran  yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.


Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa. 

Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan


Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.


Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.

Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.


Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?


Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal : 

1Belajar hal berbeda        
2 Cara belajar yang berbeda

3Semangat Belajar yang berbeda


πŸ€ Belajar Hal Berbeda

Apa saja yang perlu di pelajari ?

yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.

🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)


Cara Belajar Berbeda

Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.


Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.

Misalnya :

πŸ‘Ibu jari : How

πŸ‘†Jari telunjuk : Where

Jari tengah : What

Jari manis : When

Jari kelingking : Who

πŸ‘Kedua telapak tangan di buka : Why

πŸ‘Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.


Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya


Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.


Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

Apa itu berpikir skeptik ?

Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.


Semangat Belajar Yang berbeda

Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :


πŸ€Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.

πŸ€Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.


Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).


Yang harus dipahami,

Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita


Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?


• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan 

Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah


Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.


Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.



🚫 Sebaliknya jangan meratakan lembah

yaitu dengan menutupi kekurangannya,

Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).


Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.


Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.


Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.



Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?


Caranya adalah :

1 Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati

2Mengetahui tujuannya, cita-citanya

3Mengetahui passionnya


Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.


  Good is not enough anymore we have to be different


Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).


Peran kita sebagai orang tua :

πŸ‘¨πŸ‘©πŸ‘§πŸ‘§Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.

πŸ‘¨πŸ‘©πŸ‘§πŸ‘§Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.

kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya

πŸ‘¨πŸ‘©πŸ‘§πŸ‘§sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.



Cara mengetahui passion anak adalah :

1 Observation ( pengamatan)

2 engage(terlibat)

3 watch and listen ( lihat dan dengarkan suara anak)


Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.

Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.


Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.



Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :


1Melatih anak untuk belajar bertanya,

Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.

2Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya

3Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari

4Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :

Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014

Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009

NHW #5 πŸ“BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR πŸ“

05.33 0
Menyusun NHW #5 Kelas MIP batch #2 kali ini benar-benar membuat saya keteteran. Selain belum menguasai tentang metode pembelajaran yang menjadi fokus materi, waktu terasa bekejaran karena berbarengan dengan lahirnya cucu dari saudara sepupu dan nikahnya keponakan. Hu ... hu ... kalau bukan karena semangat ingin belajar lebih dalam pasti di tahap ini saya sudah menyerah di tengah jalan. Meski akhirnya terpaksa minta dispensasi waktu pengumpulan, akhirnya NHW #5 ini selesai saya kerjakan. Walaupun keakuratan jawabannya belum bisa dipastikan, setidaknya saya sudah mencobanya.

Berada di kelas MIP kali ini benar-benar membuat saya introspeksi diri, bahwa ternyata pola berfikir saya masih belum terstruktur. Dari NHW ke NHW saling berkaitan dan mengajarkan saya supaya  bisa berfikir lebih tersistematis. Beruntunglah saya karena masih diberikan kesempatan untuk mengikuti kelasnya sampai akhir nanti, meski ada sedikit kekhawatiran akan mengalami remedial, ah.....semoga tidak. Aamiin

Berawal dari pilihan saya untuk menekuni jurusan ilmu menjadi ibu profesional, banyaknya mata pelajaran yang harus saya pelajari membuat saya harus mulai menyusun design pembelajaran agar bisa mengefektifkan waktu dan tenaga, sehingga saya bisa mengejar ketertinggalan saya dalam belajar di universitas kehidupan ini. Ah....waktu terus berputar dan saya harus segera move on dari posisi yang sekarang.

Keterbatasan wawasan dan pemahaman saya di dunia pembelajaran membuat saya harus berfikir keras agar saya bisa menyusun design pembelajaran untuk diri sendiri. Tahapan ini harus saya lalui agar kelak saya bisa menyusun design pembelajaran yang baik untuk anak-anak saya. Sulit memang untuk saya yang awam. Tentunya bukan masalah hasil yang sempurna, akan tetapi proseslah yang nantinya akan dilihat oleh ibu founder. Tema session kali ini adalah Learn how to learn menarik karena tidak ada yang salah dalam belajar namun ada yang salah saat tak mau belajar.

Tujuan dalam menyusun design pembelajaran buat saya pribadi adalah sebuah tools yang akan membantu saya berfikir lebih terstruktur, disamping itu dengan design ini saya berharap akan lebih dimudahkan dalam memahami ilmu yang ingin saya pelajari,. Design pembelajaran ini juga saya harapkan agar saya terbatu untuk mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Nah untuk design pembelajaran ilmu menjadi ibu profesional yang saya susun kali ini akan saya terapkan dalam menjalani tugas saya sebagai seorang istri, ibu dan hamba Allah yang baik. Disamping itu akan membantu saya untuk menjalani misi spesifik hidup saya selaku seorang motivator kaum ibu yang mumpuni

Untuk seseorang dengan gaya belajar visual auditori seperti saya perlu disusun metode pembelajaran yang sesuai, yakni dengan jalan lebih banyak belajar dengan metode tatap muka, bisa dengan jalan menonton tanyangan di youtube atau menghadiri forum sharing dan seminar sehingga bisa langsung bertemu dengan ahlinya. Juga bisa melalui media yang lain seperti webinar atau training online.

Selain itu supaya lebih efektif maka perlu disesuaikan dengan passion dan kelebihan saya, karena saya seorang yang ekspresif dan spontanitas maka perlu membuat mind mapping agar apa yang saya pelajari saat itu lebih terserap dan mengendap dalam memori, apalagi sekarang ini banyak aplikasi untuk membuat mind mapping, terus terang sangat membantu sekali.

Strategi belajar yang saya pakai adalah apa yang diajarkan ibu Septi
1. Meninggikan gunung, bukan meratakan lembah.
Salah satu minat saya adalah untuk menjadi seorang motivator bagi para ibu muda, sehingga sangat penting bagi saya untuk terus menggali ilmu agar menjadi ibu yang profesional

2. Good is not enough, we have to be different.
Dengan kondisi saya saat ini, saya akan belajar dengan cara yang berbeda, proses belajar tentu harus disesuaikan, agar terasa nyaman dan menyenangkan. Bergabung dengan komunitas Ibu Profesional adalah salah satu cara yang saya tempuh agar saya bisa mendapatkan sharing langsung dari para  praktisi dan berguru langsung pada ahlinya. Keinginan saya yang mungkin belum terealisasi dalam waktu dekat adalah bisa meet up dengan mereka yang sevisi dengan saya, maklum banyak faktor yang belum mendukung. Semoga kelak dimudahkan.

Diawali dengan meluruskan niat dalam belajar kemudian dilanjutkan dengan merubah pola pikir termasuk siap mengosongkan isi kepala agar ilmu yang saya pelajari dapat mengendap. Strategi start from zero sangat tepat untuk saya.

Terakhir sebagai sebuah evaluasi atas design yang sudah saya susun adalah adalanya lembar checklist yang saya buat berdasarkan kebutuhan. Dan yang tak kalah penting adalah semakin harmonis hubungan antara saya dan suami, dan semakin banyak hak anak yang bisa kami tunaikan. Dengan harapan indikator keberhasilan design ini adalah semakin kokohnya home team di keluarga kami sehingga bisa memberi inspirasi bagi keluarga lain. Aamiin




Kamis, 10 November 2016

#NHW 4 Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

07.26 0
πŸ€MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH πŸ€
Alhamdulillah kelas matrikulasi kali ini telah masuk tahap #4 dari rangkaian proses belajar yg harus saya ikuti. Etape yg harus saya lalui semakin banyak tantangannya, semoga saya dapat melalui semua tahapannya dengan baik. Setelah jauh menengok ke belakang, di tahap ini saya benar-benar tertantang untuk kembali memperbaiki dan menyusun ulang misi spesifik dalam menjalani sisa hidup. Meski sedikit terlambat beberapa tahun, tapi saya yakin inilah cara Allah untuk mendidik saya menjadi seorang perempuan yg lebih baik. Aamiin.

Melihat kembali Nice Homework #1, dengan mengucap Bismillah…
Dengan ini saya memantapkan diri untuk tetap menekuni jurusan ilmu menjadi ibu profesional, termasuk di dalamnya program studi ilmu parenting, ilmu tumbuh kembang anak, manajemen keluarga dan manajemen komunitas. Bagi saya ini adalah modal utama yg harus sy pelajari agar saya bisa menjadi perempuan yg lebih baik, sesuai dengan tujuan Allah menciptakan saya.

Pada Nice Home Work #2 yg lalu saya telah membuat checklist harian, sebagai sarana untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” menjalani peran saya. Meski checklist harus saya revisi setelah mendapat review dari bu Septi, semoga saya bisa konsisten untuk mengisinya sesuai dengan target yg telah saya tetapkan.

Lanjut ke Nice Homework #3, dari situ saya bisa memahami maksud Allah menciptakan saya di muka bumi ini. Allah menghadirkan seorang lelaki sholeh yg terbaik dalam hidup saya. Bersamanya saya mempunyai misi yg sangat mulia yakni membangun keluarga yg samarada. Mendidik anak-anak kami untuk menjadi generasi terbaik. Bersama kami harus berkontribusi membangun peradaban dari rumah kecil kami.

Saya adalah seorang yg spontan, aktif, enerjik, cekatan, cepat, sigap, antusias, fun dan penuh variasi.
Selain sebagai komunikator yg baik saya juga mempunyai interpersonal skill yang baik. Untuk itu saya perlu mendalami bidang manajemen kerumahtanggaan dengan baik. Harapan saya dengan mempelajarinya maka saya bisa langsung menerapkan di keluarga untuk kemudian memberikan motivasi kepada sesama perempuan di sekitar saya
Semoga saya bisa lebih memantapkan diri menjadi seorang motivator.
Misi Hidup : memberikan motivasi kepada ibu-ibu muda di sekitar saya
Bidang : Manajemen Kerumahtanggaan
Peran : Motivator

Untuk bisa menjadi ahli di bidang Manajemen Kerumahtanggaan, maka saya  setuju dengan tahapan ilmu yang ditetapkan oleh komunitas IIP. Oleh kyarena itu saya harus menguasai ilmu sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Meski kesempatan untuk mempelajari ilmu tersebut baru datang di saat saya berumur 38 th. Bagi saya ini adalah tantangan tersendiri. Karena ibarat tambal sulam, sy harus memperbaiki berbagai kesalahan yg telah saya lakukan dan meneruskan habbit positive yg sdh dijalankan di keluarga kami.
Untuk membantu saya dalam menjalankan misi hidup, maka saya tetapkan Milestone  adalah sbb  :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Terima kasih bu Septi, perjalanan sejarah hidup ibu telah memberi inspirasi tersendiri buat saya pribadi. Mohon ijin untuk menduplikasi apa yg sdh Ibu ajarkan, dengan sedikit imprivisasi pelasanaannya, karena harus saya sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Semoga saya pun bisa menjadi seorang motivator yg baik, setidaknya untuk lingkungan sendiri

Jumat, 04 November 2016

#NHW_3_MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

07.15 0
Hmmm....MashaaAllah NHW #3 benar-benar harus saya buat dengan penuh perjuangan, pinjam istilahnya pak Dodik, samapi membuat saya harus berdarah-darah. Tetapi saya menduga bahwa tujuannya adalah agar kami bisa mencari bahan seluas-luasnya agar bisa menyusun Family Strategic Planning (semoga dugaan saya benar...he....he...he...)




Baiklah mari kita uraikan satu persatu tugas di NHW #3 ini menurut versi saya dulu, sambil nunggu review dari bu Septi sebelum masuk materi keempat.

Tugas kali ini diawali dengan perintah agar saya kembali jatuh cinta kepada suami (wuih romantis nih). Dan hampir setiap hari saya senantiasa berusaha memperbaharui cinta saya kepada suami, dengan jalan melihat dan merasakan kebaikannya selama ini. Bukan wajah yang tampan yang membuat saya kembali jatuh cinta dan terus jatuh cinta kepada suami namun sikapnya yang smart and calm, yang tak pernah berubah sepanjang usia pernikahan kami. Iseng-iseng dulu kami pernah mengisi tes MBTI bersama-sama, dan hasilnya Alhamdulillah kami adalah pasangan yang pas.
Menurut hasil tes MBTI saya adalah seorang dengan kepribadian ESTP, dengan penjelasan sebagai berikut:

ESTP (Spontan)
  • Spontan, Aktif, Enerjik, Cekatan, Cepat, Sigap, Antusias, Fun dan penuh variasi.
  • Komunikator, asertif, to the point, ceplas-ceplos, berkarisma, punya interpersonal skill yang baik.
  • Baik dalam pemecahan masalah langsung di tempat. Mampu menghadapi masalah, konflik dan kritik. Tidak khawatir, menikmati apapun yang terjadi.
  • Cenderung untuk menyukai sesuatu yang mekanistis, kegiatan bersama dan olahraga.
  • Mudah beradaptasi, toleran, pada umumnya konservatif tentang nilai-nilai. Tidak suka penjelasan terlalu panjang. Paling baik dalam hal-hal nyata yang dapat dilakukan.
Dan suami adalah seorang dengan kepribadian

ISFJ (Setia)
  • Penuh pertimbangan, hati-hati, teliti dan akurat.
  • Serius, tenang, stabil namun sensitif.
  • Ramah, perhatian pada perasaan & kebutuhan orang lain, setia, kooperatif, pendengar yang baik.
  • Punya kemampuan mengorganisasi, detail, teliti, sangat bertanggungjawab & bisa diandalkan.
Menurut hasil tes MBTI  pasangan yang tepat untuk seorang dengan kepribadian ESTP adalah seorang dengan kepribadian ISFJ, sebuah qadarullah yang sangat indah.

Ketiga anak kami tumbuh dengan karakter masing-masing yang Subhanallah sangat luar biasa. Audatul Banna si sulung ada seorang artistis yang idealis.
  • Berpikiran simpel & praktis, fleksibel, sensitif, ramah, tidak menonjolkan diri, rendah hati pada kemampuannya.
  • Menghindari konflik, tidak memaksakan pendapat atau nilai-nilainya pada orang lain.
  • Biasanya tidak mau memimpin tetapi menjadi pengikut dan pelaksana yang setia.
  • Seringkali santai menyelesaikan sesuatu, karena sangat menikmati apa yang terjadi saat ini.
  • Menunjukkan perhatian lebih banyak melalui tindakan dibandingkan kata-kata.
  • Sangat perhatian dan peka dengan perasaan orang lain.
  • Penuh dengan antusiasme dan kesetiaan, tapi biasanya hanya untuk orang dekat.
  • Peduli pada banyak hal. Cenderung mengambil terlalu banyak dan menyelesaikan sebagian.
  • Cenderung idealis dan perfeksionis.
  • Berpikir win-win solution, mempercayai dan mengoptimalkan orang lain.

Anak kedua Abdulloh Nurissahal adalah seseorang dengan kekuatan pribadi yang murah hati dan harmonis
  • Outgoingeasygoing, dan tidak berfikir panjang, akan tetapi mudah berteman, bersahabat, sangat sosial, ramah, hangat, & menyenangkan.
  • Optimis, ceria, antusias, fun, menghibur, suka menjadi perhatian.
  • Punya interpersonal skill yang baik, murah hati, mudah simpatik dan mengenali perasaan orang lain. Menghindari konflik dan menjaga keharmonisan suatu hubungan.
  • Mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya dan ikut serta dalam kegiatan tersebut.
  • Sangat baik dalam keadaan yang membutuhkan common sense, tindakan cepat dan ketrampilan praktis.
  • Hangat, banyak bicara, populer, dilahirkan untuk bekerjasama, suportif dan anggota kelompok yang aktif.
  • Membutuhkan keseimbangan dan baik dalam menciptakan harmoni.
  • Selalu melakukan sesuatu yang manis bagi orang lain. Kerja dengan baik dalam situasi yang mendukung dan memujinya.

Sedang si bungsu Abdurrohman Aliyurridho seorang Pemimpin Alami yang konservatif dan berdisiplin tinggi
  • Tegas, asertif, to the point, jujur terus terang, obyektif, kritis, & punya standard tinggi.
  • Dominan, kuat kemauannya, perfeksionis dan kompetitif.
  • Tangguh, disiplin, dan sangat menghargai komitmen sekaligus seorang pekerja kera
  • Cenderung menutupi perasaan dan menyembunyikan kelemahan.
  • Berkarisma, komunikasi baik, mampu menggerakkan orang.
  • Berbakat pemimpin.
  • Praktis, realistis, berpegang pada fakta, dengan dorongan alamiah untuk bisnis dan mekanistis.
  • Sangat sistematis, prosedural dan terencana.
  • Konservatif dan cenderung kaku.
  • Tidak tertarik pada subject yang tidak berguna baginya, tapi dapat menyesuaikan diri jika diperlukan.
  • Senang mengorganisir sesuatu. Bisa menjadi administrator yang baik jika mereka ingat untuk memperhatikan perasaan dan perspektif orang lain.

Allah mentakdirkan kami berdua untuk mendidik dan menghantarkan mereka menjadi orang-orang yang berkembang sesuai bakatnya, suami saya seorang yang mampu menganalisis segala masalah sedangkan saya seorang komunikator dan eksekutor yang baik. Kerja sama kami berdua saling melengkapi. InshaaAllah qodarullah yang sangat indah bagi keluarga kecil kami. 

Keluarga kecil kami tinggal di sebuah desa, termasuk daerah sub urban yang masyarakatnya bertumpu pada bidang jasa dan agraris. Kami menyadari tantangan tinggal di daerah sub urban sangat berat. Hampir sebagian masyarakatnya terimbas dengan dengan gaya hidup hedonis perkotaan namun tidak bisa meninggalkan rasa ndesonya. Disitulah InshaaAllah peran keluarga kami sangat dibutuhkan. Semoga dengan pemetaan ini kami sekeluarga bisa menyusun Family Strategic Planning, sesuatu yang belum pernah kami kerjakan sebelumnya, sehingga keluarga kecil kami bisa memberikan kontribusi untuk membangun peradaban berawal dari rumah kami

#NHW_3_[Handayani Retno Hapsari]_[Jatim Selatan]


Note : ada yang ketinggalan, respon suami saya setelah saya bacakan surat cinta, ..... ssssttttt ada bagian of the recordnya. Bagian yang lain, Alhamdulillah mulai terbuka untuk bersama-sama menyusun Family Strategic Planning