Minggu, 25 Juli 2021

Tetap Waras (Saat Merawat Anggota Keluarga yang Sakit)

Jadi ibu itu harus “ngabehi” (melayani dengan sepenuh hati - bahasa Jawa). 

Kalau dirumah sebisa mungkin semua profesi harus “dilakoni" (dikerjakan - bhs Jawa).

Karena dengannya surga menanti.





Apalagi disaat ada anggota keluarga yang sakit, ibu sebisa mungkin harus tetap “waras” (lahir dan batin). Harus tetap cool dan solutif agar suasana rumah tetap kondusif.


Apalagi di tengah pandemi seperti ini, dimana fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) telah berubah menjadi medan perang. Sedangkan saat ini, rumah adalah satu-satunya tempat yang paling aman dan membahagiakan bagi seluruh anggota keluarga. Pun dikala ada yang sedang sakit. 


Merawat anggota keluarga yang sakit memang effortnya luar biasa. Bahwa merawat anggota keluarga yang sakit itu dapat membuat tidak “waras”. Sangat melelahkan secara fisik dan emosi terkadang sampai tidak punya waktu, lupa, atau tidak mampu untuk memperhatikan kebutuhan diri sendiri.


Nah…

Gimana dong biar tetap waras?


Jadi gini bund...

Tips yang berupa aliran rasa ini BuPer tulis setelah beberapa hari ini merawat suami dan anak yang sedang sakit. Sebagai pengingat diri sendiri bahwa kewarasan itu harus menjadi harga mati. Kalau bermanfaat buatmu silahkan diambil;


๐Ÿ‘‰ Yang pertama harus senantiasa meluruskan niat, mengikhlaskan diri, kalau bukan ibu yang merawat sendiri anggota keluarganya yang sakit, terus siapa lagi? 


Jangan lupa melangitkan do'a melalui sujud malam. Karena sakit adalah tanda cinta dari Allah. Oleh sebab itu hanya dengan mengadu kepadaNya dan pasrah akan segala ketentuanNya maka akan legalah segala sumbatan hati.


๐Ÿ‘‰ Gak usah sok bisa mengobati keluarga yang sakit kalau gak punya pengetahuan medis. Bawa berobat dan dirumah terus observasi gejala yang timbul. Sediakan suplemen dan multivitamin serta obat untuk meredakan gejala. Segera hubungi Nakes (Tenaga Kesehatan) kenalan jika ada gejala yang mencurigakan dan ikuti sarannya. Cari teman yang solutif dan bukannya yang bikin panik.


๐Ÿ‘‰ Hindari info yang bikin parno dan lebih banyak positive thinking agar tetap tenang dan bahagia. Kalau perlu belajar merubah mimik wajah. Agar si sakit juga merasa tenang jika melihat keteduhan di wajah ibu.


๐Ÿ‘‰ Penting juga belajar masak yang baik dan benar dengan bahan yang halal dan thoyib agar bisa menutrisi keluarga. Karena ini penting untuk masa penyembuhan dan pemulihan mereka. 


Yang jelas, saat merawat mereka makanlah tiga kali sehari. Cari waktu yang tenang saat makan agar makanan terkunyah dengan baik. Kenyang itu akan sangat membuat bertenaga, apalagi jika nutrisinya terjaga. 


Sedia makanan ringan favorit akan lebih baik, karena itu akan menjadi booster. Misal selalu sedia beng-beng sekotak atau coklat buat minuman hangat itu sangat bermanfaat (itu sih BuPer ๐Ÿ˜)


๐Ÿ‘‰ Turunkan ego, apalagi jika yang dirawat adalah orang dewasa. Pemenuhi tuntutan si sakit dan buat dia tetap tenang dan bahagia tapi dengan tidak mengabaikan diri sendiri. Kuatkan bonding dan komunikasi dengan si sakit, bisa dengan guyon (bercanda - bhs Jawa) ringan. Atau ajak melakukan teknik sadar napas bersama-sama agar ketenangan menelusup ke relung dada.


Merawat orang dewasa itu harus lebih banyak sabarnya, yang penting harus bisa kompromi, soale kalau anak kecil yang sakit kan bisa digendong dan didekap didada agar ketenangan menyelimutinya. 

Lha kalau orang dewasa? 

Mosok kuat menggendongnya?


๐Ÿ‘‰ Me time harus dilakukan lho. Terserah kegiatan apa yang mau dilakukan, cari yang paling membuat rileks. Boleh kok shopping, tapi lebih baik di market place online. Drakor atau drachin atau baca novel bisa juga lho dilakukan. Tentunya saat si sakit sedang tidur. 


Bisa juga sih, nobar film favorit bareng si sakit. Teknologi IT sekarang memudahkan untuk melakukan aktivitas bersama meski terpisah jarak dan tempat, misalnya nobar online via zoom/messenger/g.meet atau discord. 

Mayan kan ... sedikit rileks tentunya akan meningkatkan hormon dopamine.


๐Ÿ‘‰ Lakukan pergerakan ringan untuk meregangkan otot tubuh dengan lari ditempat di halaman rumah atau senam ringan. Bisa juga sambil berjemur matahari. Kalau di halaman ketemu tukang bakso, bolehlah beli selain buat menyegarkan tubuh, barangkali itu juga rezekinya si pak tukang bakso. 


๐Ÿ‘‰ Boleh ngebakso tapi ingat, tetap patuhi prokes ya...

Prokes itu harga mati buk, udah gak boleh ditawar, karena itu senjata yang paling mudah dan bersahabat di kantong. Bukan begitu?


Dan pastinya …

Saat ada anggota keluarga yang sakit, maka hometeam keluarga akan beraksi. Semua harus siap, karena ini adalah kondisi yang dipergilirkan. Hari ini merawat anggota keluarga yang sakit, esok jika sakit pasti akan dirawat oleh anggota keluarga yang sehat.


Yani si BuPer

25 Juli 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar